Wudhu dan Kesehatan
Kalau diperhatikan, anggota badan yang dibasuh ketika berWudhu adalah
anggota-anggota badan yang sering terbuka. Anggota badan kita yang terbuka
sangat rentan didatangi kuman, selain memang kulit kita dihuni oleh kuman-
kuman yang normal keberadaannya, kuman-kuman yang bersifat simbiotik
mutualisme (keberadaannya membantu kulit misalnya dalam sistem pertahannan
tubuh) juga kuman-kuman simbiotik komensalisme (keberadaanya tidak
menimbulkan kerugian/penyakit) juga yang patogen potensial (opportunistic)
(kuman yang akan menimbulkan penyakit), kuman-kuman ini yang dikenal
dengan flora normal kulit.
Menurut ilmu bacteria (mikrobakteriology), 1 cm meter persegi dari kulit kita yang
terbuka bisa dihinggapi lebih 5 juta bakteri yang bermacam-macam. Bakteri ini
perkembangannya sangat cepat dan salah satu faktor yang paling
mempengaruhi perkembangannya adalah keseimbangan asam-basa (pH). PH
permukaan kulit sangat berperan dalam memproteksi tubuh dan membatasi
perkembangan kuman yang akan menimbulkan penyakit.
Ketika membasuh kulit dengan air, maka keseimbangan pH dan kelembaban itu
akan terkoreksi kembali dan diharapkan kembali normal. Kulit kita terdiri atas
beberapa lapisan, salah satunya adalah epidermis pada lapisan terluar (yang
mengadakan kontak langsung dengan lingkungan luar). Pada lapisan ini terdapat
lapisan sel tanduk (stratum corneum) yang selalu mengalami deskuamasi
(penggantian dan pembuangan sel-sel kulit mati pada stratum korneum) dan
kadang sel-sel kulit yang mati dan mengelupas itu akan menyumbat pori-pori
yang juga bermuara pada lapisan epidermis, hal inilah yg dapat menimbulkan
penyakit pada kulit. Ketika berWudhu, maka air akan membantu membuang
kotoran-kotoran, sisa-sisa sel kulit mati tadi dan meminimalisir jumlah kuman
pada permukaan kulit kita.
Menurut para ahli pada lembaga riset trombosis di London (Inggris), jika
seseorang selalu mandi atau membasuh anggota tubuhnya, maka akan
memperbaiki dan melancarkan sistem peredaran darah, air yang mengandung
elektrolit-elektrolit akan membuat pembuluh-pembuluh darah mengalami
vasodilatasi (pelebaran) sehinggga memperlancar peredarannya.
Juga yang lebih penting adalah efek air pada tubuh kita, yaitu meningkatkan
produksi sel-sel darah putih (leukosit) yang sangat berperan penting dalam
system pertahanan tubuh (immunitas). Bahkan dari bunyi gemericik air dan
kesejukannya, saraf-saraf tubuh yang mengalami ketegangan akibat aktifitas
sebelumnya akan mengalami relaksasi juga mengembalikan kemampuan kerja
otot-otot tubuh kita.
Ketika berwudhu, kita juga dianjurkan berkumur, bersiwak (gosok gigi),
membersihkan hidung, dan membersihkan sela-sela jari tangan dan kaki.
Rasulullah s.a.w. pernah mengingatkan kepada umatnya :"Alangkah baiknya
orang-orang yang mau menyela-nyela? Mereka bertanya: Siapa mereka wahai
Rasulullah? Beliau menjawab : Mereka adalah yang mau menyela-nyela dalam
wudhu dan dari makanan, dalam wudhu adalah dengan berkumur, menghisap air
hidung dan menyela-nyela jari-jemari mereka pada saat berwudhu, sedangkan
menyela-nyela gigi adalah membersihkannya dari bekas makanan.
Sesungguhnya yang paling menjengkelkan kedua malaikat (pencatat) adalah
ketika mereka melihat bekas makanan di sela-sela gigi mereka sedangkan
mereka mendirikan Shalat" (H.R. Ahmad dari Abu Ayub).
Kalau kita tahu, mulut dan hidung kita ini merupakan sarang bakteri berbahaya.
Bila kita tidak rajin membersihkannya bisa menimbulkan berbagai macam
penyakit.
Bakteri-bakteri tersebut semakin subur oleh bekas-bekas makanan yang ada di
sela-sela gigi yang tidak kita bersihkan. Penelitian pernah membuktikan bahwa
90% dari mereka yang menderita kerusakan gigi, adalah karena keteledoran
dalam melakukan kebersihan mulut. Penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri yang
ada di mulut kita tidak hanya mengancam gigi dan gusi, tetapi juga mengancam
sistem pencernaan kita, ini karena air liur yang kita telan berasal dari mulut.
Ada beberapa penyakit yang dapat disebabkan kurang diperhatikannya
kesehatan gigi dan mulut dan efeknya adalah timbul penyakit pada organ lain,
misalnya sinusitis causa kerusakan gigi (geraham atas). Akhirnya, marilah kita
senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan badan kita dengan rajin
berwudhu dengan air yang suci dan bersih, dan dengan tata cara yang benar.
(Dewan Asatidz dalam www.pesantrenvirtual.com)
Wudhu dan Titik Biologis
Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Dr. Magomedov, asisten pada lembaga
General Hygiene and Ecology (Kesehatan Umum dan Ekologi) di Daghestan
State Medical Academy' dijelaskan bagaimana wudhu dapat
menstimulasi/merangsang irama tubuh alami. Rangsangan ini muncul pada
seluruh tubuh, khususnya pada area yang disebut Biological Active Spots
(BASes) atau titik-titik aktif biologis. Menurut riset ini, BASes mirip dengan titik-
titik refleksologi Cina.
Bedanya, terang Dr. Magomedov, untuk menguasai titik-titik refleksi Cina dengan
tuntas paling tidak dibutuhkan waktu 15-20 tahun. Bandingkan dengan praktek
wudhu yang sangat sederhana. Keutamaan lainnya, refleksologi hanya berfungsi
menyembuhkan sedangkan wudhu sangat efektif mencegah masuknya bibit
penyakit.
Menurut peneliti yang juga menguasai ilmu refleksologi Cina ini, 61 dari 65 titik
refleks Cina adalah bagian tubuh yang dibasuh air wudhu. Lima lainnya terletak
antara tumit dan lutut, di mana bagian ini juga, merupakan area wudhu yang
tidak diwajibkan.
Sistem metabolisme tubuh manusia terhubung dengan jutaan syaraf yang
ujungnya tersebar di sepanjang kulit. Guyuran air wudhu dalam konsep
pengobatan modern adalah hidromassage alias pijat dengan memanfaatkan air
sebagai media penyembuhan.
Membasuh area wajah misalnya, pijatan air akan memberi efek positif pada
usus, ginjal, dan sistem saraf maupun reproduksi. Membasuh kaki kiri berefek
positif pada kelenjar pituitari, otak yang mengatur fungsi-fungsi kelenjar endokrin
(kelenjar yang bertugas mengatur pengeluaran hormon dan mengendalikan
pertumbuhan). Di telinga terdapat ratusan titik biologis yang akan menurunkan
tekanan darah dan mengurangi sakit.
Wudhu dan Pengobatan Medis
Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers: a Sport for the Body and Soul (Olahraga
untuk jasmani dan Rohani) menjelaskan bahwa wudhu bisa mencegah kanker
kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang
setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Cara paling efektif mengenyahkan
risiko ini adalah membersihkannya secara rutin. Berwudhu lima kali sehari
adalah antisipasi yang lebih dari cukup.
Menurut Salem, membasuh wajah meremajakan sel-sel kulit muka dan
membantu mencegah munculnya keriput. Selain kulit, wudhu juga meremajakan
selaput lendir yang menjadi gugus depan pertahanan tubuh. Peremajaan
menjadi penting karena salah satu tugas utama lendir ibarat membawa contoh
benda asing yang masuk kepada dua senjata pamungkas yang sudah dimiliki,
manusia secara alami, yaitu limfosit T (sel T) dan limfosit B (sel B).
Keduanya bersiaga di jaringan limfoid dan sistem getah bening dan mampu
menghancurkan penyusup yang berniat buruk terhadap tubuh. Bayangkan jika
fungsi mereka terganggu. Sebaliknya, wudhu meningkatkan daya kerja mereka.
Pintu masuk lain yang tak kalah penting adalah lubang hidung. Dalam wudhu
disunatkan menghirup air dari hidung dan dikeluarkan lewat mulut. Cara ini
adalah penangkal efektif ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), TBC, dan
kanker secara dini.
"Jalan Terindah - Sebuah Perjalanan Menuju Allah melalui Shalat"
Hikmah Wudlu
Posted by
MysQuads
Rabu, 18 November 2009
Labels: All About Soul
0 comments:
Posting Komentar